Di Tepi Danau

Suatu ketika
Di tepi sebuah danau luas
Aku terdiam kebingungan
Mau apa?
Bermain air sampai puas?
Atau duduk manis
Meharapkan tepian aman nun jauh di seberang?

Kamu harus sampai di sana,
Kata sebuah suara

Caranya?

Tentu kau yang harus bergerak melaju,
Tak mungkin tepian di seberang menghampirimu..

Apa aku harus terjun ke danau?
Tampak berbahaya dan aku tak tahu apa yang ada di sana..

Memang, katanya
Airnya beracun bila sampai menyentuh kulitmu..

Lalu, bisakah aku mengitari daratan untuk sampai ke seberang?

Daratan pun tak sepenuhnya aman, lagipula, ada hal yang kau butuhkan untuk kelangsungan hidupmu, yang harus kau penuhi dari tengah danau.. mustahil rasanya kau bisa bertahan hidup tanpa menyentuh danau..

Maksudmu??? Di danau bahaya, tapi di darat juga tak bisa??

Kurang lebih begitu.. lagipula, kau butuh kunci untuk mencapai tempat yang aman di seberang sana, kunci itu bisa kau temukan di dalam danau..

 Dimana???

Tenang, aku akan memberimu petanya..
lagipula, kau memang tak bisa serta merta terjun ke dalamnya..
Ada yang harus kau siapkan sebelumnya..

Apa itu?

Pertama, kau harus bisa berenang..
Itu dasar.
Terjun tanpa bisa berenang sama saja bunuh diri.
Kedua, kau harus punya baju renang kedap air,
Tenang saja.. airnya tak sepenuhnya beracun,
Tergantung luas permukaan kulit yang terkena, serta lamanya engkau bersentuhan..
Ketiga, kau harus tahu tempat mana yang harus dihindari, dan mana yang bisa kau kunjungi..
Keempat, kau harus ingat tujuan, karena begitu terjun, kau bisa merasakan betapa menyenangkannya bermain di dalam sana..tapi kau tak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga racun dalam air itu bisa melemahkanmu..
Semakin cepat kau melakukan tugasmu di dalam sana, semakin baik
Semakin sedikit yang terkena air, semakin baik..

Repotnya.. bolehkah aku memilih tak terjun saja?

Boleh. Bila memang kau tak mau menguasai persiapan itu, kau bisa memilih ketakutan dalam diam di daratan.. dan tak ada yang bisa kau lakukan. Tapi, berjuang berlelah-lelah belajar berenang, dan mempersiapkan semua peralatan, akan jauh lebih baik nilainya. Bila kau bisa memanfaatkannya, dan benar-benar tahu mengapa kau harus berenang.

Untuk sampai ke tepian kan?

Ya.
Tapi kau akan mudah sekali lupa, dan perjuanganmu belajar berenang, mungkin juga hanya akan mencelakakan, karena kau keasyikan bermain hingga racun itu menyebar di kulitmu.
Walau kau akan diberi alarm pengingat, yang berbunyi secara berkala.. mengingatkan bahwa kau punya tugas di dalam sana.. namun, kau tetap tak bisa lengah. Karena alarm itu bisa lepas dan hilang begitu saja bila kau tak pandai menjaganya. Intinya, kau harus waspada. Itulah harga yang harus kau bayar. Bila kau lengah, kau akan tahu akibatnya.

Ah, mungkin aku lebih baik tinggal saja di daratan sebagai pengecut.

Pikirkanlah baik-baik. Kau tak tahu juga bahaya apa yang akan menjumpaimu bila tetap di daratan, dan mungkin saja, kau akan iri melihat mereka yang meliuk berenang di sana. Kau juga harus memikirkan, bagaimana caranya memenuhi kebutuhanmu tanpa terjun ke danau. Karena kau pun tak bisa mengemis dan memelas pada mereka yang di sana untuk melemparkan hal-hal yang kau butuhkan ke daratan. Tak ada. Pikirkanlah. Tak ada yang memaksamu.. namun, bersegeralah..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s