Tahun Baru?

Saat selesai menulis post di bawah (Ayam Panggang dan Harmoni), saya sempat bengong sesaat ketika menemukan judul itu ada di bawah Arsip Januari, 2012.

Hmmm..
Tak sadar bahwa hari ini hari pertama di tahun baru.
“Tapi itu tahun baru Masehi!” tiba-tiba saya terngiang ucapan seorang teman.

Ya, tentu saja, tonggak waktu yang sehari-hari kita gunakan, di sekolah, di rumah, di mana-mana, adalah tonggak waktu peninggalan zaman dulu. Dan kalender Masehi inilah yang paling lazim digunakan.
Jujur, saya sendiri hanya menganggapnya tonggak waktu.
Sebagaimana matahari dan bulan menunjukkan pergantian malam dan siang.
Ia-lah alat.
Memang ia adalah produk budaya tertentu.
Namun, apa yang tidak?

Terkadang propaganda besar-besaran lah yang membuat sebuah budaya bertahan,
terkadang karena ia memang tahan terhadap tempaan zaman, karena ia berdaya guna, karena ia memang yang paling baik dan sesuai dengan aturan semesta raya.
Mungkin. Saya sendiri tak tahu pasti.

Yang jelas tonggak waktu yg satu ini tiba-tiba membuat saya berpikir tentang perjalanan selama ini..
Dan apa yang akan saya hadapi dalam tahun-tahun ke depan..

Entah apa..

Saat menulis ini saya memandang keluar jendela dan melihat burung-burung beterbangan di balik ranting-ranting pohon yang gundul.
Pohon-pohon di musim dingin.
Ya, saya di negeri empat musim,
yang bukan negeri saya sendiri.

Saya lupa apa yang saya impikan di tahun-tahun belakangan.
Saya pun tak tahu apakah perjalanan ini masuk ke dalam rencana atau tidak.

Saya sendiri lupa apa rencana-rencana saya.

Dua tahun terakhir seperti mimpi singkat.

Notasi-notasi kehidupan yang biasanya saya rasakan perlahan-lahan, saya ingat dan beri makna begitu rupa, dalam dua tahun ini seperti berjejalan dan dan berdesakan.
Masih terlalu rumit untuk saya urai dan telusuri agar kembali menjadi rangkaian rapi.
Masih terlalu dini memutuskan kacamata mana yang akan saya gunakan untuk memandangnya..

Namun, apapun itu..
Saya bersyukur menemukan sesuatu yang akan terus membuat saya berjalan..
Bismillah..
Sungguh.. tak ada daya dan upaya, tak ada makna, tak ada apapun selain karena kehendak-Nya..

Maka, semoga saya bisa menggunakan tonggak waktu ini untuk kembali menata yang terlanjur berserakan..

Nijmegen, 1 Januari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s