Satu Variabel Baru

Cukup lama saya merenungkan apa yang sebenarnya berubah dalam hidup saya..

Tidak tampak bedanya mungkin, tapi terasa.
Begitu terasa.

Tak nyaman.
Dan saya tak tahu di mana bedanya.

Saya bersyukur dengan apa yang telah diberikan untuk hidup saya,
namun sepertinya saya masih belum bisa menempatkan banyak hal dalam posisi yang sepenuhnya tepat..

Mungkin seperti diberi rumah lengkap dengan isinya, tapi ada mesin cuci dan kompor gas deket kasur, kulkas yang terjungkir balik, meja belajar di kamar mandi, buku-buku bercampur baju dan kaos kaki. Semua ada, tapi tetap saja terasa pusing.

Tapi tentu saja itu masih bisa dirapikan, karena kita tahu benda apa yang seharusnya ditempatkan di mana.
Yang susah adalah jika kita tak tahu bagaimana kita harus menyusunnya, seperti banyak hal dalam hidup kita.

Terpikir oleh saya, mungkin semua ini bisa dihindari kalau kita punya rencana, punya gambaran tentang hidup yg ingin kita pahat.. tapi tentu tak sesederhana itu.

Ya, mungkin bisa saja kita membuat rencana akan seperti apa rumah kita dari jauh-jauh hari sebelumnya, kita sudah tahu ingin menempatkan mesin cuci dan lemari di sebelah mana, dapur sebelah mana, dan lain sebagainya.. tapi yang tak terduga, sepertinya selalu ada kemungkinan untuk ikut serta..misalnya, tiba-tiba saja dapat hadiah mobil, dan tentu saja kita jadi harus merubah semua rancangan rumah itu, yang sudah dibuat dengan sesempurna mungkin.. walau mobil itu sebuah anugerah, tetap saja, perlu penyesuaian untuk membuatnya menjadi bagian hidup kita.

Dan mungkin, itulah yang saat ini saya rasakan.
Sebuah variabel baru, yang membat saya harus mengubah banyak hal, mungkin termasuk sikap dan pandangan hidup saya?
Saya tak tahu.
Saya masih belum tahu bagaimana menyikapinya.
Apa yang harus berubah dan apa yang tidak.

Bangunan mana yang perlu dipugar, mana yang harus tetap ada.
Dan… apakah variabel baru ini memang harus menjadi bagian dari hidup saya, dengan segala perubahan yan dibawanya… ataukah… tak ada yang perlu berubah.. dan kadang sebuah mobil pun akan lebih baik jika berada di tangan orang lain yang lebih tepat..
Saya juga tak tahu…

Hanya bisa berdoa, agar saya bisa memutuskan yang terbaik…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s