Ventilasi

Pagi ini, terlintas sebuah ide yang sepertinya menarik..

Tulis di facebook ah, pikirku.
Sejenak kemudian pikiranku melayang pada tahun-tahun silam,
Kenapa rasanya beda ya??
Rasanya dulu sebuah ide akan terasa menyesakkan jika kita belum beranjak untuk bergerak..
Sekarang kita bisa menuliskannya dulu, kan nanti bisa dibaca-baca kalau lupa..
kalau momennya tepat, baru terlaksana.. *mungkin*
Paling tidak, itulah yang terjadi pada saya.
Semangat itu tertuang dalam kata.
Menjejak dalam ucap, di status fb, bbm, di twitter, di blog, di kertas…
Tapi sepertinya ia tak lagi menyisakan tenaga untuk membuat saya bergerak.
Tenaga yang dahulu bisa menggerakan itu sepertinya sekarang lebih mudah untuk meloloskan diri lewat celah-celah ventilasi..
Hingga sisa tenaganya tak cukup untuk membangun sebuah tekanan layaknya sebuah sistem peluncur roket..
Yah, memang saya juga sih yg membuat lubang-lubang ventilasi itu..
Saya yang menyediakan pelarian untuk semangat-semangat itu.. Pelarian instan dalam bentuk pengumuman pada dunia sebelum ide itu terlaksana… it’s easier for them to escape through those shortcut, apparently… dan, begitulah.. mereka pun berhamburan keluar.. ke dunia maya.. tanpa pernah terwujud di dunia nyata… *kok tiba-tiba jadi kepikiran Avatar ya? :p*
Hmmmm… tapi, lebih dari itu…
Sepertinya saat ini saya terlalu banyak melihat ventilasi… instant gratification, mungkin frase itu bisa dipakai untuk mewakili..
Walau sepertinya tidak terlalu pas…
Bagi saya, instant gratification itu seperti gaining something easily without paying the full price of it.
Seperti selesai bertamu lalu keluar melompat lewat jendela tanpa pamitan dan sopan-santun lwat pintu…
Atau, menikmati hak tapi tak sadar bahwa ada kewajiban di baliknya…
Mungkin juga bukan disengaja ingin melalaikan kewajiban… hanya hiruk pikik hidup ini memang kadang membuat pandangan kita buram… hingga tak tahu kalau ada tanggung jawab yang harus dilaksanakan untuk mendapat sesuatu…
Ibaratnya jendela, mungkin zaman sekarang orang terlalu banyak membuat jendela yang besar-besar hingga tamu merasa wajar-wajar saja untuk keluar masuk tanpa lewat pintu… :p
Aaaah… ini ngomongin apaan sih???
I mean, nowadays people tend to pursue so many pleasures just for the sake of pleasure itself…
Ah, gak tau ah… ntar deh diterusin lagi… bingung… hahaha…
*posting gak jelas menjelang belanja*
Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s