Perempuan

Ia mengerti centang perenang dunia

Ia mengerti bahaya yg mengintainya

Ia mengerti kepalsuan

Ia mengerti kebohongan

Ia mengerti kemunafikan

yang terkadang tertuju padanya..

 

Namun,

Ia memilih mengabaikan,

Ia memilih mengabdikan diri,

Ia memilih menebarkan cinta,

Ia memilih menjadi bunga,

Ia memilih menjadi damai bagi semesta,

Walau ia tahu…

 

Senyumnya mungkin dipupuk luka yang membuatnya bijaksana..

 

Mereka, ibu-ibu kita.. telah memilih untuk menjadi perwujudan cinta, dengan darah dan air mata..

Sekali memilih, mereka tak akan menyerah..

Merekalah bunga yang sesungguhnya..

 

Maka, ketika warna pada kelopak itu memudar, layu, kecoklatan.. kemudian ia berguguran..

tak sedikitpun mereka menyesal..

Telah dipersembahkannya apa yang ia bisa..

Ia rengkuh takdirnya dengan keberanian yang tiada bandingannya..

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s