Day #4 Writing Challenge: Someone Who Inspires You

Sebenarnya saya sedang tidak dalam mood membicarakan hal yang inspiratif. Tapi, ada satu orang yang membuat saya belajar banyak…karena saya tidak ingin seperti beliau. With all respect, orang tersebut mungkin sudah melalui berbagai hal dan mengusahakan yang terbaik sepanjang hidupnya, tapi seandainya bisa, saya berharap agar hidup tidak menggiring saya menjadi beliau.

Beliau adalah seorang yang perfeksionis, menginginkan yang terbaik untuk dirinya dan orang-orang terdekatnya. Namun, justru dari situlah saya belajar, bahwa orang perlu greater cause, greater reason to live with, selain untuk diri sendiri dan golongannya.

Saya teringat ilustrasi di buku Larry Gonnick tentang sebuah suku yang ikatannya sangat kuat, saling menyayangi antar sesamanya, laki-lakinya sangat pengasih pada istrinya, sehingga ketika telunjuk sang istri tergores dia begitu khawatir. Di situ digambarkan ekspresi cemas si lelaki dan sebelah tangannya yang merangkul bahu sang istri, sementara di sebelah tangan lainnya ada tombak, dan di ujung tombak itu ada bayi dari suku lain yang menggelepar sekarat.

Begitulah, to some extent, saya merasa ini mirip dengan beliau. Saya salut pada kegigihannya untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat, menjaga mereka agar tidak satu jari kelingking semut pun menyentuhnya (meskipun kayaknya semut nggak punya kelingking), namun demi semua hal itu, ia rela menjadikan orang2 di luar lingkarannya agar dimamah semut.

Memang, di satu sisi kita harus punya prioritas, siapa yang akan kita dahulukan dalam hidup kita. Tapi, selama ini saya kira itu adalah soal pengorbanan diri sendiri. Diri kitalah yang kita relakan untuk memberi bagi orang yang diprioritaskan, tapi bagi beliau orang-orang di luar diri dan orang terdekatnya yang dikorbankan untuk memberi.

Mungkin jika tujuan kita lebih luas dari sekadar diri dan orang terdekat, mungkin kita akan melihat bahwa orang lain pun sama-sama manusia juga. Bahkan mungkin lebih luas dari itu… Tak cuma manusia… Tapi kita adalah bagian dari semesta. And beyond that, I believe it’s only The Almighty.

*kok jadi serius, ya? Hm. Hm.

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s