Day #10 Writing Challenge: something you feel strongly about

 

Kalau saja ini bukan tulisan ketiga yang saya buat hari ini, kayaknya saya pingin nulis banyak banget. hehe. Kapan lagi bisa curhat tentang sesuatu yang saya pikirkan kalau bukan pas lagi ada event writing challenge kayak gini. Karena kalau di hari biasa, malasnya suka dobel.

Ada banyak hal yang saya kira masuk ke kategori ‘what I feel strongly about’, misalnya saya care soal pembentukan karakter anak, tentang tayangan di televisi, tentang diet berlebihan (soalnya saya makan melulu, hehe), tentang perempuan, tentang sistem kesehatan di Indonesia, tentang pendidikan dokter, tentang konsumerisme, tentang era post-truth (ngomong-ngomong, kata post-truth ini terpilih sebagai word of the year 2016 oleh Oxford Dictionary, konon dengan mempertimbangkan fakta referendum Uni Eropa yang berujung pada Brexit serta pemilu Amerika yang dimenangkan oleh Pak Trump, ini saya mengutip seorang rekan senior di milis penerjemahan sih).

Dan, setelah saya pikir-pikir, yang terakhir itu kayaknya menarik juga untuk dibahas.

Kata post-truth ini merupakan adjektif yang dipakai untuk menunjukkan sebuah situasi di mana fakta objektif menjadi tak begitu berpengaruh dalam membentuk opini publik, dan orang-orang lebih cenderung terpikat pada propaganda yang sifatnya emosional, tanpa mencari tahu lagi kebenarannya.

Saya jadi teringat buku yang direkomendasikan teman saya, Farrahnanda. Judulnya Post-realitas. Ia juga membahas hal yang sama, tentang bagaimana era sekarang ini manusia lebih digerakkan pada apa yang ditemukannya di dunia maya. Hingga terkadang, tak penting lagi membangun sesuatu yang nyata. Pengaruhi ribuan orang saja di dunia maya, maka impact-nya bisa terasa di kehidupan nyata.

Ini semacam strategi marketing ide masa kini. Tak peduli suatu ide/opini itu berasal dari kenyataan atau tidak, sesuai diterapkan untuk kondisi yang nyata atau tidak, dibangun berdasarkan kejadian yang nyata atau tidak, ide/opini itu bisa tumbuh jadi raksasa yang mengulurkan tinjunya dari dunia maya.

Mungkin saat ini belum ada hal personal yang terjadi buat saya. Da atuh president Trump jg tidak membuat saya kebat-kebit akan harga saham, wong nggak punya saham. #eh. Paling cuma fenomena sosmed war dan broadcast group yang kadang bikin gatal. Tapi, tidak tahu di masa depan nantinya seperti apa, jika mob-culture dunia maya yang arusnya super cepat itu semakin besar dampaknya.

Mungkin itu dulu, deh, masih ada satu post lagi yang harus ditulis dan waktunya mepet, hehe.

*image taken from: http://blogs.lse.ac.uk/politicsandpolicy/post-truth-politics-a-debasement-of-standards-in-public-life/

Iklan

7 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s