Day #21 Writing Challenge: Three lessons you want your children learn…

Judul itu sebetulnya ada lanjutannya. Three lessons you want your children learn from you… Entah kenapa di titik ini saya  teringat Awkarin. *ketahuan suka kepoin Awkarin juga. XD

Terbayang salah satu postingan Awkarin yang captionnya begini: ‘Chill out, dude… My mom is Awkarin B)’. Konteksnya, si anak ngajakin ibunya–yaitu Awkarin– untuk clubbing, kemudian ia menenangkan teman-temannya dengan berkata “Santai, Cuy, nyokap gue asik, kok.”

Pastinya, ada ratusan komentar di bawahnya, yang membela maupun mencela. Sebagai calon ibu-ibu, mau tidak mau saya jadi berpikir juga. Bukan, bukan berpikir mau ngajak anak saya clubbing. Lha wong jam delapan malam aja saya udah teler nyariin kasur. Tapi, terpikir bagaimana nanti anak saya memandang saya, ya?

Jangan-jangan, apa yang selama ini saya anggap hal keren dari diri saya, ternyata buat anak saya adalah sesuatu yang norak bin alay? >.< Jangan-jangan, sesuatu yang saya anggap falsafah hidup nan sakral dan perlu dilestarikan itu, tidak begitu tepat dengan kondisi, karakter, lingkungan, dan kehidupannya kelak. Walau saya yakin pasti ada pelajaran yang timeless dan lintas zaman, saya cuma tidak ingin terlalu pede untuk mengatakan bahwa ia bisa belajar sepenuhnya dari saya.

I don’t know if I’m confident enough to wish he/she will look up to me and think I’m kinda cool. XD

Di sini, saya tiba-tiba teringat seorang teman, sebut saja Anggi mawar, yang pernah berkata… “Saya ingin anak saya belajar untuk bahagia ketika bersama orang lain juga, bukan hanya bahagia bersama saya.”

Sungguh, buat saya ini pelajaran yang besar sekali. Entah saya salah atau tidak memahaminya, tapi bagi saya itu seperti sebuah kesadaran, bahwa sebesar apa pun yang bisa kita berikan untuk anak kita, tetap ada hal-hal yang harus mereka pelajari dan temukan sendiri di luar sana. Walau mungkin, sebagai ibu, kita merasa paling tahu, paling mengerti apa yang mereka butuhkan; untuk kesehatannya, untuk perkembangannya. Dan, bisa jadi kita menganggap yang terbaik baginya adalah selalu bersama kita. Ah, saya sendiri belum jadi ibu, jadi mungkin tak seberapa paham. Tapi, sungguh, kalau harus memilih role-model ibu yang sepantaran, rasa-rasanya saya ingin memilih teman saya ini. 🙂

Balik lagi ke tiga pelajaran tadi. Karena hal-hal di atas itulah, mungkin lebih tepat saya menyebutnya ‘hal yang saya ingin ia pelajari’. Mudah-mudahan sih dari saya, tapi kalaupun tidak, mungkin dari bapaknya, atau mungkin juga ia yang akan menemukannya sendiri, dengan cara yang jauh lebih baik daripada saya.

Yang pertama, saya ingin ia belajar bahwa… it’s okay to fall. it’s okay to make a mistake, as long as you own it, you have a courage to admit it, and don’t stop at that, but keep learning.

Saya sadar saya orang yang banyak pertimbangan, sehingga sering takut mencoba. Sebenarnya saya suka melukis dan memasak sejak lama, tapi sampai umur 26 tahun tidak pernah mencobanya. Karena takut gagal, takut membuang-buang resource (terutama takut buang-buang duit sih, wkwk), lalu takut nanti hasilnya mubazir. Tapi, sekarang saya sadar, there’s always a cost for learning. Kalau kata teman saya, jer basuki mawa beya (ga tau ini bener atau enggak menempatkannya). Saya cuma mau bilang, memang pasti ada pengorbanan yang dikeluarkan dalam belajar. Tidak selalu uang. Mungkin itu waktu, tenaga, pikiran, atau kegagalan.

Ini termasuk pula make a mistake dalam pengambilan keputusan. Ada hal-hal yang tidak akan selesai tanpa kita mengambil sebuah pilihan dan mencampakkan pilihan lainnya. Jangan berharap orang lain melakukannya karena kita takut dengan konsekuensinya. Mungkin kita salah jalan, mungkin kita jatuh, mungkin kemudian kita dihujat, but I believe there’s always a way to make amends if you really mean it.

Yang kedua, rely on yourself, but it’s okay to ask for help, and be sure you show gratitude. Saya ingin ia belajar untuk tidak mengandalkan orang lain, tapi juga tidak menganggap dirinya terlalu tinggi untuk meminta bantuan. Dan sebaik-baik meminta tentu hanya pada-Nya.

Yang ketiga, see an end before you start. Ketahuilah tujuanmu sebelum memulai. Walau kamu tersesat, kesasar, balik lagi, jatuh di jalan, atau apapun, at least you know where you’re heading to. And may you not lose sight of it.

Mungkin itu saja. Abstrak banget kayaknya, ya…hehe.

*gambar dari sini

Iklan

11 comments

  1. ih suka banget sama pesan-pesannya tansiiis… terus juga ngefans sama pesannya Mawar (ehm).

    Btw kalimat ini, “it’s okay to fall. it’s okay to make a mistake, as long as you own it, you have a courage to admit it, and don’t stop at that, but keep learning,” mengingatkanku sama quotes finding nemo (yang aku juga suka), tan; “When life gets you down do you wanna know what you’ve gotta do? Just keep swimming, just keep swimming, just keep swimming!” 🙂

    Suka

  2. Sekarang ini aku lagi belajar ini tan.
    it’s okay to fall. it’s okay to make a mistake, as long as you own it, you have a courage to admit it, and don’t stop at that, but keep learning.
    Thanks postingannya yang ini tan :’)

    Suka

  3. yg saya tangkap, inti ketiga pelajaran itu
    1. semangat utk belajar, walau harus berdarah2
    2. punya sikap,
    3. penentuan values dan goals

    semoga smua bisa tersampaikan dan dipelajari lalu diterapkan dalam hidup, hidup siapa saja

    Suka

  4. Pake nama Mawar aku jadi inget draft novel Mawar, Tan 😂😂😂

    Tulisan ini memginspirasi banget. Aku harus ajarin 3 hal itu ke anak aku, Tan. Dan aku yakin, anak-anak TanSis nanti pasti bakal loveable banget :))))

    *kalau cewek boleh jodohin sama Zahir?*
    (Mulai deh emak-emak) ahahaha..

    Suka

  5. Saya jadi ingin mencontek tiga pesan tersebut untuk postingan saya nanti. bahaha…

    but wooow.. kinda mindblowing ternyata tansis hanyalah manusia biasa yg juga tak tahan kepo gosip awkarinz..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s