Day #26 Writing Challenge: What would you like to improve?

Bicara tentang hal-hal yang ingin kita jadikan lebih baik lagi, sepertinya ada banyak sekali untuk saya. Tapi, satu hal yang rasanya tak berhasil-berhasil juga saya terapkan. Saya ingin hidup lebih teratur. Itu saja.

Saya kangen masa-masa remaja, ketika tampaknya saya lebih disiplin dari sekarang. Sewaktu SMP, saya punya jadwal kegiatan mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Alokasi waktunya teliti sampai ke menit-menitnya. Termasuk waktu untuk mencuci dan jemur pakaian (dulu kami belum punya mesin cuci). Saya ingat suatu hari di kelas catatan itu direbut oleh teman-teman yang iseng, dan diolok-olok karena ada tulisan ‘pukul 5.15 — jemur pakaian’, dsb. 😄

Sewaktu kuliah saya mulai kehilangan kebiasaan itu. Karena… ya karena kita banyak berhubungan dengan orang lain, dengan organisasi di luar institusi resmi selain sekolah yang terjadwal. Saya inginnya pukul 17.30 sudah sampai di kost, mandi, maghrib lanjut isya, makan malam, mengerjakan apa saja yang perlu dikerjakan sampai maksimal jam 10 lalu tidur. Tapi, terlalu banyak hal tak terduga. Rapat molor, diskusi kelompok, latihan praktikum, jadwal-jadwal dadakan, dsb.

Awalnya saya tidak nyaman. Tapi, saya juga tidak ingin terlalu kaku sampai tidak toleran pada jadwal orang lain, jadi ya akhirnya kebiasaan-kebiasaan pun berubah.

Belum lagi saat co-assistensi di rumah sakit, shift malam, jadwal dadakan, lama-lama kehidupan seperti itulah yang ritmenya harus saya ikuti. Setelah bekerja pun sama saja, kondisi jalanan tak bisa diprediksi, kebutuhan orang-orang di rumah yang mau tak mau harus dipenuhi. Lama-lama saya jadi orang yang menganggap inilah cara hidup terbaik, fleksibel dan menyenangkan.

Tapi, banyak hal juga yang luput dari keseharian saya. Banyak hal yang ditunda tapi saya merasa baik-baik saja. Banyak janji-janji yang saya lupakan juga karena keseharian saya berantakan.

Nah, jadi, kalau ditanya saat ini apa yang paling ingin diperbaiki? Jawabannya itu tadi. Kegiatan saya sehari-hari. Saya merasa 24 jam-nya saya banyak terbuang percuma karena gaya hidup yang terlalu santai ini.

Bagaimana dengan kalian? Apa yang paling ingin kalian perbaiki?

*gambar doc pribadi

Iklan

7 comments

    • Itulaaah… Butuh waktu lama menuju ke sana kayaknya. Wkwk. Pdhl org2 di sini disiplinnya kebangetan, dlu bahkan temenku bilang, kalau ditanya apa yg akan dia lakukan tanggal sekian jam sekian di beberapa bulan ke depan, dia sudah tahu, krn udh bikin jadwal selama setahun. #dzing

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s