Day #29 Writing Challenge: 30 days digital plan

Salah satu featured post di wordpress yang kemarin saya lihat berjudul digital diet 2017. Persis seperti makanan, salah satu penulisnya mengibaratkan menu-menu di dunia digital dengan tiga makronutrien utama; karbohidrat, protein, dan lemak. Saya jadi berpikir, jangan-jangan selama ini yang membuat saya gemuk adalah lemak digital? #eh

Kebetulan tema writing challenge hari ini adalah planning 30 hari ke depan. Mungkin karena sudah menginjak hari ke-29, dan si pembuat challenge ingin para pesertanya punya kebiasaan yang kontinyu selepas ini. Untuk saya sebenarnya challenge ini lumayan juga, setidaknya di level niat. Pada hari kesekian setelah mengikuti challenge, saya mulai mengerjakan apa yang dari dulu saya sebut-sebut tapi nggak pernah dilakukan. Yaitu mengumpulkan resep. Receh banget, ya. XD Jadi, ketika ditanya planning 30 hari ke depan, niatnya sih ingin melanjutkan hal tersebut. Yang sebagian bisa dilihat di sini.

Tapi, di luar itu, saya juga sadar berselancar di dunia maya banyak membuat saya kedistrak dari tujuan awal. Niat mau lihat-lihat resep lima menit, jadi satu jam mainan Instagram. Saya jadi terpikir juga untuk membagi aktivitas di dunia digital itu menjadi karbohidrat, protein, dan lemak, seperti salah satu post yang saya baca.

Mungkin bagi setiap orang mana yang lemak mana yang karbo berbeda-beda. Kalau saya, kira-kira seperti di bawah ini

Yang pertama karbohidrat. Bagi saya ini seperti makanan yang manis-manis dan menyenangkan, untuk ditinggalkan sama sekali sepertinya sulit, karena konon otak kita kan cuma makan glukosa. Lagipula, sumber energi dalam tubuh yang paling mudah dimetabolisme adalah karbohidrat.

Nah, karbohidrat saya salah satunya instagram. Soalnya banyak yang foto yang manis-manis dan menyenangkan untuk dilihat. #eh Saya juga di sana merasa dikelilingi orang-orang yang suka menulis dan sering kali postingan mereka menginspirasi. Youtube mungkin masuk ke sini juga, walaupun jarang saya buka. Cerpen dan novel yang saya baca online, ini bagian paling besar dari karbohidrat saya. Sering kali saya keasikan baca dan tak ingat waktu.

Yang kedua, lemak. Lemak ini saya terjemahkan sebagai sesuatu yang gurih dan bikin nagih. Lemak campur MSG apalagi. XD Buat saya, facebook, twitter, aplikasi messenger dan grup-grupnya, sepertinya masuk ke sini. Suka susah berhenti kalau udah nyimak feed atau gabung di chat salah satu grup yang seru.

Untungnya, facebook sama twitter sudah lama saya masukkan list diet. Dan karena lemak juga tidak semuanya jahat, banyak lemak yang esensial sebagai nutrisi, jadi saya juga tidak berniat menghindari semua grup chat. Cuma mungkin agak dibatasi di waktu-waktu tertentu, dan walau ada obrolan yang seru dan bikin pingin gabung, tapi mungkin sebetulnya tidak perlu-perlu amat saya ikuti sampai berjam-jam. XD

Yang ketiga, protein. Saya mengikuti definisi si pembuat artikel sebelumnya, protein itu diibaratkan sesuatu yang membangun otot dan sel-sel tubuh kita. Menulis di blog mungkin salah satunya. Baca artikel di jurnal juga. Selama ini asupan protein saya inilah yang kurang banget.

Nah, kalau ngikutin guideline nutrisi beneran kan sebaiknya karbohidrat yang kita makan sekitar 45-60% dari total makanan harian, protein 10 – 35%, dan lemak 20-30%. Protein juga nggak boleh kebanyakan karena kasian ginjalnya terbebani. Tapi karena ini menu digital, boleh lah meleset-meleset dari rasio itu. Saya sih inginnya protein 40, karbo 45, dan lemak 15% aja. *gaya bener proteinnya 40 XD

Tapi itu baru niat sih. XD Belum ada planning lebih detail. Terlebih, menu digital ini juga pinginnya mestinya tidak mengalahkan menu aktivitas betulan di dunia nyata. Itu dulu aja sepertinya, semoga terlaksana. Aamiin.

Iklan