gambar The Dummy Cook Project NO #7: Matcha Cheese Souffle (Gluten Free)

For english version click here

Souffle ini heavenly banget! Dari beberapa olahan matcha yang saya buat (muffin, silky pudding, bread pudding–baru sedikit ternyata ya :p), ini yang paling saya sukai. Tekstur souffle yang airy, lembut, menul-menul, kayak busa yang pas digigit meleleh di mulut, ditambah moist dari cream cheese, dan rasa creamy yang enggak bikin eneg, membuat saya pingin salim terus cium tangan sama yang bikin resep. Serius.

Dua kali saya gagal bikin souffle, satu waktu bikin cheese souffle beberapa tahun lalu. Bikin dengan bahan yang lumayan banyak pula. Rasanya sih enak, tapi teksturnya terlalu padat. 😦 Padahal, yang bikin enak dari souffle itu menurut saya teksturnya yang airy seperti busa creamy nan gigitable dan meleleh di lidah. Kedua, sekitar seminggu lalu waktu bikin chocolate souffle. Ini juga pakai bahan yang lumayan banyak, hasilnya totally bantat. XD

Kali ini, belajar dari dua pengalaman sebelumnya, saya bikin dalam jumlah kecil dulu. Resepnya cuma saya utak-atik di bagian whipcream karena saya ganti creamcheese (jauuuh lebih enak), dan saya pakai 2/3 resep karena takut kebanyakan.

Enaknya lagi, si resep asli menyertakan takaran dalam bentuk sendok makan/sendok teh, jadi lebih praktis bagi saya yang belum punya timbangan di dapur.

MATCHA CHEESE SOUFFLE

Adonan I:

  1. Susu cair putih 100 ml
  2. Cream cheese 65 ml (resep asli pakai whipping cream)
  3. Kuning telur 2 butir
  4. Gula pasir 15 gr (1 sdm + 1 sdt)
  5. Tepung terigu 18 gr ( 1 sdm + 2sdt) –> cara substitusi untuk gluten free di sini
  6. Bubuk matcha 1 sdm

Adonan II:

  1. Putih telur 2 butir
  2. Gula pasir 30 gr (2 sdm + 2 sdt)

CARA MEMBUAT

  • Olesi permukaan ramekin/cup/loyang dengan mentega dan taburi tepung agar adonan tidak lengket dan bisa naik dengan baik saat dipanggang. Siapkan oven pada suhu 200 derajat celcius.
  • Untuk adonan I, Panaskan susu cair dan cream cheese di atas api kecil. Di wadah terpisah, kocok telur dan gula sampai tercampur rata.
  • Tambahkan terigu ke dalam adonan telur, aduk hingga homogen.
  • Ambil 1-2 sendok susu dari panci, campurkan dengan adonan telur di wadah dan aduk hingga homogen. Setelah itu, tuangkan sedikit demi sedikit adonan di wadah ke dalam panci (bisa dimatikan dulu apinya kalau khawatir terlalu panas). Aduk di atas api kecil hingga adonan mengental. PENTING untuk terus mengaduk setelah memasukkan adonan telur ini, agar adonannya tidak pecah dan bergumpal.
  • Matikan api segera setelah adonan membentuk pita ketika pengaduk diangkat (gambar di bawah). Segera pindahkan adonan ke mangkuk atau siapkan air dingin untuk ditaruh di bawah panci, agar proses panas berhenti. Setelah agak dingin, masukkan bubuk matcha dan aduk rata.
  • Untuk adonan II, di wadah lain, kocok putih telur dengan mikser kecepatan rendah selama 2 menit, masukkan gula sedikit-sedikit, kemudian naikkan kecepetan dan kocok hingga kaku kurang lebih 3-4 menit. Di tahap ini, saya tidak mengambil foto, karena buru-buru. Hehe.
  • Campurkan adonan I dan II dengan cara pancing balik. Yaitu, dengan memasukkan sedikit/2 sdm adonan II ke adonan I dahulu, aduk rata. Setelah itu, masukkan adonan I (yang sudah dicampur sedikit adonan II) ke dalam adonan II.
  • Tuang adonan ke dalam ramekin dan panggang di suhu 200 derajat selama 15 menit.

Beberapa catatan:

  1. Adonan akan naik tinggi di sekitar 5 menit terakhir
  2. Saat mengocok putih telur, pastikan wadah dan mikser bersih, bebas dari air dan minyak, agar putih telur mengembang dengan baik
  3. Resep di atas menjadi 4 ramekin kecil, dan 3 cangkir kopi. Iya, darurat jadi akhirnya pakai cangkir tahan panas XD Di resep asli katanya itu untuk 4 ramekin, tapi ramekin saya ukuran kecil jadi ditambah wadah lain.
  4. Souffle ini enak dimakan hangat-hangat, dan akan cepat banget turun permukaannya setelah dingin. Foto di bawah diambil cuma selang 5 menit dari oven, tapi sudah turun banyak banget.
  5. Selang beberapa detik saat naruh ramekin untuk difoto saja dia sudah turun lagi XD entah kalau ini karena saya pakai tepung gluten free. Mungkin akan lebih tahan jika menggunakan terigu.
  6. Cangkir biru di foto kanan adalah cangkir yang saya pakai darurat karena kehabisan ramekin XD Mungkin bisa jadi alternatif kalau tidak ada wadah. 🙂

Demikianlah hasilnya, selamat mencoba!

Oh ya, yang mau mencoba refer ke resep asli ada di sini, ya. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s