Day #30 Writing Challenge: the ups and downs…

Every ending is just a new beginning…

Ini hari ketiga puluh saya duduk di samping jendela yang sama, sekaligus hari pertama saya melihat langit yang tidak abu-abu seperti biasanya. Keren. Tepat di hari terakhir writing challenge, langitnya tiba-tiba berwarna! πŸ˜„ *iya, nggak apa-apa, disambung-sambungin aja >.<

Di hari ketiga puluh ini pula saya merasa senang sekaligus kehilangan. Senang karena akhirnya berhasil memaksa diri untuk menuntaskan sesuatu, setelah sekian lama saya terlalu sering berkompromi dan menyerah. Sekaligus kehilangan karena setelah ini tidak ada lagi kewajiban yang memaksa saya duduk di kursi samping jendela ini.

Mungkin ini sepele, sedang Howard Wallowitz sudah sampai ke luar angkasa,Β saya mah mencapai hal receh seperti ini saja sudah bahagia. Tapi, mungkin juga ini bukan sekadar menulis 30 hari, melainkan membuat kebiasaan. Ada rutinitas yang terbentuk selama 30 hari, rutinitas yang memaksa saya mengatur waktu. Dan mengatur waktu itulah yang menjadi pelajaran berharga bagi saya, walau saya tidak selalu bisa mematuhi jadwal yang saya buat selama sebulan ini sih. Dan karena itulah untuk postingan terakhir yang temanya “high and low for the month” ini, saya berpikir untuk merekap 30 hari menulis beserta fluktuasinya.

Day 1: What makes you happy?Β ini postingan pertama setelah nggak nulis sekitar setahun lebih kayaknya. Mau nulis sependek itu aja mikirnya lama. πŸ˜„

Day 2: Something someone told about you that you never forgot. Mulai ngalor ngidul.

Day 3: Top three pet peeves.Β Mulai telat nulis.

Day 4: Someone inspires you. Mulai moody. Bolos nulis.

Day 5: Five Places You Want to Visit. Nulisnya dirapel bareng no. 3 dan 4. Sempat berpikir untuk berhenti karena sudah bolos 2 hari, di hari ketiga dan keempat. Tapi nggak tahu gimana akhirnya ditulis juga tiga post sekaligus.

Day 6: Five ways to win my heart. Baca temanya aja mulai malas. πŸ˜„

Day 7: Songs you currently love. Ditulis seadanya.

Day 8: Something you struggle with. Mulai ngeh bahwa saat weekend memang ternyata nggak bisa nulis, karena lebih memilih dihabiskan bersama keluarga.

Mulai di titik ini, saya menyadari bahwa kadang saya malas melanjutkan karena terlanjur menjudge diri sendiri sebagai pemalas, terlanjur ingkar janji sama jadwal. Padahal dari awal memang bikin jadwalnya nggak mungkin ditepati. Akhirnya saya mencoba menjadwalkan bolos #eh tiap sabtu dan minggu. Jadi setiap kali harus rapel di hari senin saya tidak merasa sebagai pemalas yang ingkar janji, karena saya memang janji untuk bolos. πŸ˜„

Day 9: Words of wisdom that speak to you. Nulisnya dirapel, tapi mulai terasa ringan dan mengalir dengan sendirinya. πŸ™‚

Day 10: Something you feel strongly. Masih dirapel, dan mulai bisa menemukan hal-hal yang menarik dari percakapan kecil sehari-hari.

Day 11: What if?Β Mulai berpikir mau beres-beres blog πŸ˜„

Day 12: Five blessing. Ditulis dengan hati yang lapang karena habis bebenah blog. πŸ˜„

Day 13: What are you excited about? Mulai nambah postingan di luar challenge. Yeay! πŸ˜€

Day 14: Books you never tired of reading. Setelah sebelumnya cuma belokin konten dari tema, sekarang mulai ganti-ganti tema. >.<

Day 15: Bullet point your… ganti tema juga.

Day 16: Something you miss. Mulai steady walaupun nulisnya seadanya.

Day 17: Your zodiac. Lagi males nulis pun ternyata bisa tetap posting kalau sudah ada slot waktunya. Dan kayaknya karena mau pamer foto postcard dari teman sih. πŸ˜„

Day 18: 30 facts about me. Nggak penting pun tetap ditulis. #eh

Day 19: About your first love. Mulai dari sini dan seterusnya sudah tidak begitu terasa terpaksa lagi. Bahkan saya mulai menunggu-nunggu jam 7 pagi, jadwal untuk duduk di kursi samping Pak Kusir yang sedang bekerja jendela dan menulis. Jadi mulai di bawah hanya saya sertakan daftar tema dan link-nya saja, barangkali ada yang berminat juga untuk mengikuti tantangan menulis yang sama. πŸ™‚

Day 20: Your body and how comfort you are.

Day 21: Three lessons you want your children to learn.

Day 22: The first ten things.

Day 23: A letter to someone.

Day 24: Lessons you learn the hard way.

Day 25: Think about one word.

Day 26: What would you like to improve?

Day 27: Something kickin’ ass

Day 28: Rage room and women anger.

Day 29: 30 days digital plan.

Akhirnya…selesai juga. πŸ™‚ Tapi semoga selesai tidak berarti berhenti. Semoga hari terakhir ini jadi awal untuk memulai sesuatu yang baru.

Tapi, ngomong-ngomong, saya jadi teringat tentang mitos 21 hari. Dulu sekali, waktu saya baru mengenal twitter, ada akun yang namanya 21 days habit atau apalah gitu. Yang memfasilitasi orang-orang yang ingin mengubah/membentuk kebiasaan. Kenapa 21 hari? Karena memang sempat ramai artikel-artikel dan buku self improvement yang mengatakan agar terbentuk kebiasaan baru, butuh minimal 21 hari untuk melakukan kebiasaan itu terus menerus.

Sewaktu menulis ini tadi saya sempat berpikir, jangan-jangan benar setelah 21 hari hal ini akan jadi kebiasaan yang melekat. Tapi faktanya, 21 hari itu hanya ‘minimal’. 😦 setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata range-nya bisa dari 18 sampai 200-an hari, dengan rata-rata 66 hari. Okey… jadi kayaknya terlalu cepat ya kalau saya udah kesenengan. πŸ˜„

Baiklah, sekian aja dulu, selamat membentuk kebiasaan baru! πŸ™‚

Iklan

7 comments

  1. Tan Sis udah selesai dan aku malah masih terseok-seok hiks…

    Tapi karena WC ini, aku jadi punya postingan terbanyak dalam sebulan selama blog aku lahir, btw.

    Congrats, Tan Sis. Tar kita ikut challenge2 lagi ya buat isi blog. Hehe…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s