Tentang Menunda

Sebetulnya saya ingin menulis tentang kebetulan-kebetulan. Karena terinspirasi dari kebetulan-kebetulan yang saya baca di buku Jostein Gaarder secara kebetulan. Tapi kebetulan hari ini ada hal lain yang harus dikerjakan. Dan kebetulan lagi, saya menemukan sesuatu yang mendukung saya mengerjakannya dengan segera. Dan kebetulan itu terlalu sayang untuk dibiarkan tanpa ditulis. Karena itu saya akan menuliskan apa yang saya temukan secara kebetulan itu di sini.

*jangan dihitung kebetulan-nya ya, langsung saja baca di bawah ini:

We may know that the work we continue to put off doing will be bad. Worse, however, is the work we never do. A works that’s finished is at least finished. It may be poor, but it exists, like the miserable plant in the lone flowerpot of my neighbor who’s crippled. That plant is her happiness, and sometimes it’s even mine. What I write, bad as it is, may provide some hurt or sad soul a few moments of distraction from something worse. That’s enough for me, or it isn’t enough, but it serves some purpose, and so it is with all of life.

-Fernando Pessoa

Semoga memberi semangat untuk hari ini. 🙂

Iklan

2 comments

  1. Buru-buru nulis yang mau ditulis sebelum idenya hilang, sereceh apa pun paling tidak dia ada di folder dan kapan-kapan mau ditengokin, bisa dibaca. Siapa tahu dia bisa berjodoh dengan tulisan-tulisan receh yang lain untuk bersatu menjadi tulisan yang (lumayan) nggak receh.

    Ini amanat yang aku petik, Tan :)))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s