gambar Menanam Mint di Dalam Rumah

Mint tea merupakan salah satu minuman favorit saya kalau cuaca sedang dingin. Memegang gelas yang hangat dengan aroma mint segar kadang cukup ampuh untuk membuat rileks di hari yang menyebalkan. Sejak disodori air putih panas di gelas yang dijejali dedaunan–mirip air kobokan dikasih kemangi XD–yang ternyata adalah mint tea di salah satu kafe, yang ternyata (lagi) rasanya jauuuh lebih enak daripada mint tea dari teh celup, saya bertekad ingin mempunyai tanaman mint sendiri.

Sebenarnya saya membeli tanaman ini sudah beberapa hari lalu, tapi rupanya salah kaprah menerapkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa mint tidak butuh perawatan khusus. Jadi setelah beli saya biarkan begitu saja di potnya. Baru kemarin setelah dia kelihatan agak layu, saya tergerak memeriksanya, sekaligus mencoba mencari artikel tentang perawatan mint yang sebenarnya.

Jadi, mint itu (atau mungkin setiap tanaman) bukan tidak butuh perawatan sama sekali, tapi tidak butuh perawatan khusus. Jadi ternyata perawatan umum tetap berlaku ternyata. #yaiyalah. Walaupun saya sendiri masih meraba-raba, apa saja yang termasuk ‘perawatan umum’ ini.

Kemarin, saya putuskan #misi21 saya di hari kedua adalah ‘mulai memberi perhatian pada tanaman mint’. *maksa bener judulnya 😄

Ketika si mint layu ini ditelusuri ke bagian bawah, ternyata batang-batangnya di bagian yang dekat dengan tanah ada yang menjadi coklat keriput dan belah-belah. Saya lihat lagi ke tanah di dekatnya, ada serangganya! Bzzzt. Sejak dulu, masalah saya kalau bertanam adalah serangga.

Saya mulai mencari-cari artikel, tapi belum menemukan soal batang mint yang menjadi keriput kering cokelat belah ini. Tapi memang salah satu artikel menyarankan untuk membeli tanaman mint yang bebas dari serangga. Eu, saya belinya asal comot saja waktu itu.

Salah satu artikel mengatakan bila batang mint dipangkas dan ditaruh di dalam gelas berisi air, tanaman mint bisa survive dan tumbuh akar dalam air tersebut. Akhirnya, saya putuskan untuk memotong beberapa batang mint yang bawahnya kering itu, sekitar satu senti di atas bagian yang mengering. Dalam pikiran saya–yang amatir soal tanaman–mungkin dia mulai layu karena bagian bawahnya tidak bisa menyampaikan air dari tanah ke bagian-bagian yang lebih distal. Harapannya, kalau saya potong di atas bagian yang jelek itu, batang yang bagus dan dimasukkan ke air mungkin akan dapat menyerap air dengan baik dan tidak layu lagi.

Jadi, kemarin saya menyiangi beberapa batang mint, memindahkannya ke dalam dua botol bekas madu yang saya cuci dulu. Mudah-mudahan mereka bisa membaik, ya.

img_20170211_102407230

Sedangkan tanaman mint indukannya yang di dalam pot, saya pindahkan ke bagian yang tidak terlalu terkena sinar matahari langsung. Walau di sini mataharinya tidak segarang Jakarta, tapi memang selama ini dia saya biarkan tepat di tempat yang kesentor matahari. Karena katanya kan mint ini tanaman tropis, makanya saya kira dia bakal baik-baik saja kesentor matahari. >.<

Oh, iya. Beberapa hal yang saya ingat tentang perawatan minimalis tanaman mint ini kira-kira sebagai berikut: Pertama, tanahnya tidak boleh kering, karena habitat aslinya adalah di tepi-tepi sungai. Jadi diusahakan menyiram setiap hari. Yang kedua, butuh sinar matahari sekitar 6 jam setiap hari. Ketiga, air dengan kadar garam tinggi bisa membuat daun-daunnya kecoklatan. Keempat, hati-hati dengan serangga.

Nah, yang keempat ini saya belum menemukan solusinya. 😦

Iklan

6 comments

  1. Hmm soal serangga, coba memisahkannya dgn memberi jarak antara tempat tanaman dengan dunia luar , halagh bahasa saya, saya cuma teringat saat naro kaleng susu yg sudah dibuka di tengah2 cawan yg telah diisi air, efektif sih utk menghindari semut. Kalo utk mint entahlah, siapa tau cara klasik itu bisa dicoba

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s