gambar Hari Kedelapan: Membuat Pad Thai

Apa yang menantang dari sebuah hidangan mirip kwetiaw goreng begini? >.<

Mungkin dari segi kesulitan tidak seberapa, tapi saya tetap saja memasukkannya ke dalam #misi21, hehe. Karena ini pertama kalinya saya membuat Pad Thai.

img_20170218_183056

Memang sih, mencoba-coba resep baru bukan termasuk hal yang jarang saya lakukan. Tapi, seringnya saya hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah. Kecuali Januari pas awal mau belajar bikin kue. Harus sengaja beli tepung, mentega, dan cream cheese. Kebetulan waktu itu memang sengaja mau latihan, karena Pak Suami mau ulang tahun, dan ceritanya pingin bikin kue sendiri. πŸ˜€

Setelah itu cream cheese sisanya–yang sengaja saya awet-awet–saya pakai untuk belajar resep-resep baru, tapi belum pernah sengaja membeli lagi. Apalagi rata-rata kue yang saya buat sederhana saja, bahannya cuma telur-tepung-gula-mentega, yang cukup awet disimpan dalam jangka waktu lama. Rasa yang dibuat juga itu-itu saja, kalau tidak cokelat ya keju, atau teh hijau alias matcha.

Nah, untuk Pad Thai ini, ada beberapa bahan yang memang jarang atau tidak pernah tersedia di rumah. Yaitu mie beras, kacang tanah, tauge, dan cabe kering. Udang juga jarang kami beli. Tapi ya masih sesekali, karena bisa ditaruh di freezer dan dipakai ketika butuh. Sedangkan tauge, selain di sini harganya agak mahal dan belinya di toko Asia yang jauh dari rumah, juga cepat rusak kalau terlalu lama disimpan. Jadi tidak bisa nyetok dalam jumlah besar.

Kemudian mie beras yang jadi bahan bakunya, jujur saya belum pernah beli, juga si cabe kering yang bisa diremukkan jadi serpihan-serpihan itu. Sempat terpikir mau pakai bihun atau kwetiau saja kalau saya tidak menemukan mie beras ini di toko dekat rumah, tapi ternyata ada. Yeay!

Bedanya apa dengan bihun atau kwetiau? Sebetulnya menurut saya ini campuran dari keduanya. Bentuknya mirip kwetiau yang pipih, tapi teksturnya transparan dan lebih rapuh seperti bihun.

Lalu apa spesialnya si Pad Thai ini? Sejauh yang saya tahu, si Pad Thai ini semacam jajanan yang amat mudah ditemukan di Thailand, semacam nasi gorengnya kita yang bertebaran di mana-mana. Dia cukup banyak juga disajikan di resto Thailand di luar negaranya, dan konon katanya kalau si resto bisa membuat Pad Thai yang enak berarti enak pulalah hidangan lainnya.

Pertama kali dan satu-satunya saya mencoba Pad Thai yaitu ketika diajak oleh seorang kenalan yang orang Thailand. Dia merekomendasikan karena menurutnya hidangan ini mudah cocok dengan lidah mana saja. Benar sih, saya langsung suka. Rasanya lebih ringan dibanding bakmi goreng/kwetiau, ada semacam rasa asam pedas-pedas segar yang berasal dari asam jawa dan sedikit jeruk nipis, juga crunchy dari taburan kacang gorengnya.

Yang paling penting, membuatnya tidak sulit. Ya persis seperti membuat mie goreng saja. Bumbunya yang bikin enak juga sederhana, campuran dari bahan inilah yang kita sesuaikan dengan selera kita: kecap ikan untuk rasa asin, cabe kering untuk pedas, gula jawa untuk rasa manis, dan asem jawa untuk rasa asam. *sek ini Pad Thai apa Pad Jawa yak >.<

Sudah, cuma itu saja. Bumbu lainnya cuma bawang putih cincang, tidak pakai bawang merah. Kemudian tambahin telur, udang, dan tahu (kalau ada), serta tauge untuk sayurannya. Taburannya remukan kacang goreng dan daun bawang.

img_20170218_162658

Sepertinya setelah ini saya bakal sering membuat Pad Thai, walau mungkin bahannya tidak selengkap ini. Paling-paling mie-nya saya ganti bihun atau kwetiau yang lebih mudah ditemukan. πŸ˜‰

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s