Hari Kesembilan: Matcha Tiramisu

Matcha tiramisu ini termasuk #misi21 yang paling melelahkan sejauh ini. Lebih ribet dari bikin dua jenis kue beberapa yang lalu, dan lebih capek daripada jalan-jalan ke Intratuin. XD

Mungkin karena saya masih amatir, membuat resep yang butuh banyak step dan ketelitian bukan salah satu yang bisa dengan santai saya kerjakan. Tiramisu sendiri aslinya bukan hidangan yang sulit dibuat. Tapi, cara penyajian yang saya pilih inilah yang bikin ribet.

best-vert

Maklum, tadinya saya mau sok-sokan bikin yang agak menantang, mumpung masih dalam rangka #misi21. >.< Eh, ga terlalu menantang dink sebenarnya kalau buat yang sudah berpengalaman. Cuma ya namanya juga masih amatir, mbelah kue jadi dua dengan rata aja butuh waktu lama. XD

Pada dasarnya tiramisu terdiri dari dua bagian, krim keju dan cake-nya. Cake-nya pun tidak sulit, karena di negara asalnya ia cuma dibuat dari semacam biskuit bernama lady finger, yang dicelup kopi kemudian disusun begitu saja. Kemudian, atasnya diberi selapis krim keju, lalu tumpuk lagi lady-fingernya, demikian seterusnya, lalu di bagian atas ditaburi dengan bubuk kopi.

img_20170219_172006

Tapi saya malah membuat sponge cake dari nol, bukannya pakai lady finger yang sudah jadi. Kemudian, si krim keju yang sebenarnya bisa ‘dibikin santai’ kalau mau ditaruh di gelas/wadah puding biasa, ini jadi harus pakai usaha ekstra, karena saya ingin dia bisa mempertahankan bentuk agar dapat dipotong seperti cake tiramisu yang biasa kita beli di toko itu. >.<

 

Ribet lah pokoknya. XD Belum lagi bahannya saya sengaja beli keju mascarpone. Wes pokoke niat banget. Namanya juga misi kan, ya, ceritanya. >.<

Meskipun hasilnya berantakan dan jauh banget dari bayangan awal saya, tapi percayalah itu bikinnya penuh perjuangan. T.T

Di pagi hari saya sempat ragu untuk lanjut, karena memang saya jarang masak yang susah-susah saat weekend. Pinginnya santai-santai aja mumpung suami ada di rumah. Kalaupun bikin camilan biasanya saya pilih yang bisa bikin banyak dalam waktu singkat, jadi seharian nyamilin itu aja. Hehe.

Menjelang jam dua dan sudah makan siang–ceritanya sudah nyiapin cadangan tenaga–saya baru mulai beberes dan nyiapin lahan untuk tebar-tebar bahan kue. Dua jam kemudian, saya masih dengan frustrasi berusaha ngeratain potongan cake matcha–yang pada akhirnya ga rapi-rapi juga. #duh

Karena suami sudah beberapa kali ngelirik plus mencomot serpihan kue, sementara masih ada step terakhir yaitu membekukan si tiramisu ini di kulkas, saya jadi trenyuh dan akhirnya bikinin dulu versi gelasnya yang ada di foto atas. XD

Pukul lima sore dia sudah masuk kulkas dengan aman, kemudian saya melihat sisa-sisa perjuangan dengan mata nanar. #halah Meja penuh remahan dan alat-alat bertebaran, dan cucian piring menumpuk tak terkendali. T.T

Duh, ga lagi-lagi deh kayaknya. XD Sepertinya hal seperti ini bukan yang akan saya coba sering-sering. Agak menguras waktu dan tenaga. Saya jadi bisa membayangkan cerita TanGi ketika mengerjakan empat resep, mungkin begini rasanya, walau bisa menghasilkan sesuatu, tapi kurang rewarding karena kehilangan waktu dengan keluarga.

Mungkin besok-besok kalau mau eksekusi resep semacam ini harus lebih persiapan, pas jadwal kosong seharian dan bukan waktunya santai dengan keluarga. Pas santai mah enaknya tinggal makan saja. ๐Ÿ˜€

Demikian laporan hari kesembilan yang melelahkan. >.<

Iklan

7 comments

  1. Duh seandainya saya agak minat dikit dengan urusan dapur pasti bisa juga bikin kue yang enak ini. Tapi ya gitu deh, saya gak minat dengan hal-hal dedapuran kek gini, Mbak. Mending saya ikut jamaah cicip barengan sama om Warm aja ๐Ÿ™‚

    Suka

    • Ahaha, iya, Mbak…. kalau ada minat mah pasti ditekuni ya walo ribet juga… Saya minat sih, tp buat yang kayak gini nggak lagi deh, rempong cuci-cucinya, hehe.

      Mungkin nanti kalau Mbak Neni berkunjung ke sini baru niat bikin lagi… ๐Ÿ™‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s