Misi 11 – 15: Makanan, hujan, tulisan, dan makanan

Seminggu kemarin cuaca sangat labil dan kami di rumah kena imbasnya, Pak Suami batuk pilek sementara saya alhamdulillah hanya meriang-meriang yang sudah membaik dalam beberapa hari. Hampir setiap hari hujan disertai angin kencang, sehingga beberapa hal yang saya rencanakan akhirnya disesuaikan keadaan.

Berhubung saya tidak ke mana-mana, maka #misi21 pun dicari-cari yang bisa dikerjakan di rumah saja. Dan salah satu hal yang tetap harus dikerjakan walau tidak enak badan adalah menyiapkan makan malam, jadi hampir semua misi lima hari ini isinya makanan. XD *disclaimer

Laporannya pun digabung saja, karena tidak ada yang istimewa (biasanya juga nggak ada sih #eh). Beberapa menu yang saya buat juga tidak baru, cuma paling diubah-ubah sedikit. Ehehe.

Berikut ini misi hari ke-11,12,14, dan 15.

Hari ke-11 saya membuat Chicken Kung Pao, bukan menu baru memang, tapi dalam tiga bulan terakhir ini yang pertama kali. Jadi masih bisa masuk lah, ya. ehehe. Ini hidangan yang mudah semacam ayam tumis biasa, rasanya pedas manis, dan saya beri sedikit jeruk nipis biar rasanya segar. Resepnya insyaa Allah menyusul.

Hari ke-12 saya membuat dorayaki, karena camilan hari sebelumya sudah habis. Akhirnya bikin sesuatu yang mudah saja berhubung hari itu masih meriang. Dorayaki sebetulnya juga sudah pernah saya buat sekali, tapi waktu itu adonannya saya beri matcha sehingga dorayakinya warna hijau, lalu isiannya diberi cokelat. Kali ini, ceritanya biar beda, dorayakinya dibuat putih biasa, sedangkan isinya matcha.

Hari ke-13 tidak ada fotonya, hari itu saya membuat sebuah artikel pendek dalam bahasa Inggris, targetnya sekitar 300 kata, tapi tidak selesai. Baru sekitar 100-an dan saya sudah tumbang. Hehe.

Hari ke-14 demam saya mulai membaik. Hari itu hari jumat, menyambut akhir pekan biasanya saya menyiapkan camilan yang agak banyak. Paling sering bikin kue bawang, atau sus kering. Kali ini, karena malas mengaduk/menggiling adonan kue bawang yang agak butuh tenaga, jadi saya memutuskan bikin sus kering. Tapi, karena seminggu ini tidak bisa belanja, jadi bahan-bahannya habis. Akhirnya saya memutuskan bikin sus kering dengan minyak, bukan dengan mentega seperti biasanya. Hasilnya memang adonannya agak ngelumbruk, tidak bisa kokoh dan kres-kres seperti jika pakai mentega. Tapi nggak apa-apa, kan biar beda. 😀

Hari ke-15, alias hari ini, malah ada dua resep baru yang saya buat. Yaitu kue cokelat tanpa telur, tanpa mentega ataupun minyak, serta sup ala jepang yang disebut nabe.

Nah, yang dua ini baru bisa disebut baru kayaknya. 😀 Kue cokelatnya benar-benar tidak pakai telur maupun minyak/butter karena habis, tapi alhamdulillah lumayan enak. Makanya saya bagus-bagusin deh fotonya, hehe. Untuk sup nabe, sebetulnya saya tadinya tidak berniat bikin, tapi cuaca dingin dan berangin, lihat pak suami juga masih pilek, saya putuskan bikin sup hangat. Terus kenapa harus Nabe? Karena sebelumnya kami nonton youtube tentang masakan Jepang dan tergiur. Hehehe.

Begitu saja laporan lima hari kemarin. Sebetulnya saya berusaha tidak menulis di hari sabtu dan minggu, tapi kemarin bolosnya kelamaan, kalau nunggu senin nanti menumpuk. Jadi, gapapalah untuk sekali ini saja. Dan mengingat masih banyak list hal-hal yang ingin saya kerjakan dalam misi21 ini, kayaknya kalau nanti belum juga dikerjakan setelah periode 21 hari ini habis, mungkin saya akan mengulangnya lagi. Kalau kuat. eheheh.

Sekian, sampai jumpa hari senin! 🙂

Iklan

6 comments

  1. Halo Mbak! Kunjungan perdana saya nih hehehe..

    Dorayakinya kok kelihatan enaaak :O
    Itu teksturnya bisa seperti dorayaki asli atau kue pukis-ish, Mbak? Saya terlalu sering makan dorayaki di sini yang tekstur kuenya ternyata lebih mirip pukis daripada dorayaki, jadi agak-agak trust issues? Hehehe. Hehe. He.

    Suka

    • Halo juga! 🙂 Salam kenal, ya, terima kasih sudah berkunjung.

      Nah, kalau si dorayaki asli justru saya belum pernah coba. Hehe. Menurut suami yang pernah makan dorayaki Laws*n, katanya sih ini teksturnya tidak seperti yang dijual di sana. tapi saya sendiri juga kurang tahu apakah yang mirip pukis itu termasuk yang dijual di Laws*n atau bukan. 😀

      Kalau mau coba, resepnya saya dapat dari justonecookbook 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s