Misi ke-16: Catatan Pengeluaran dan Fitur e-Banking yang Asik

Baru sempat laporan misi lagi setelah dua hari kemarin dihajar deadline. Ada deadline artikel, dan ada deadline cerpen yang harusnya saya submit hari ini. Tapi, buat yang kedua saya akhirnya menyerah.

Setelah menebus makan siang yang tertunda gara-gara mengejar deadline tersebut yang akhirnya nggak terkejar juga saya memutuskan mengejar laporan misi21 saja biar berasa rajin. #eh

Misi ini saya lakukan hari minggu kemarin, maklum udah dekat akhir bulan, saatnya mencatat pengeluaran. Memang mencatat-catat ini bukan hal baru. Saya masih rutin melakukannya bulanan. Tapi, sejak si laptop hilang beberapa bulan lalu, template pencatatan saya juga ikutan hilang! Hvft. Ini sangat menyebalkan.

Karena itu beberapa bulan kemarin catatan saya asal-asalan.

Nah, kemarin, saya sempatkan lagi membuat template itu. Yesh, ini hal yang mungkin saya tunda terus kalau tidak ada #misi21. Terima kasih #misi21. *ala-ala ‘terima kasih klinik tong fang.’

Nah, kelar itu, saya baru ingat beberapa hari lalu sudah dapat password untuk internet banking. Memang kemarin proses pembuatan internet banking saya sempat tertunda dua bulan karena beberapa alasan.

Tapi, enaknya, tidak seperti di bank saya dulu di Indonesia, yang mana transaksi sebelum punya internet banking tidak tercatat di akunnya. Di sini, semua transaksi sebelum membuka internet banking pun sudah tercatat dengan detail. Jadi saya bisa mencocokkan keabsahan catatan pengeluaran saya. #halah

Lalu, ada lagi satu fitur yang lucu. Kalau dulu, empat tahun lalu waktu saya buka rekening di sini, cuma ada fitur spaarrekening dan betaalrekening. Alias rekening tabungan dan rekening belanja. Jadi, setiap bulan, uang yang masuk ke rekening kita bisa langsung dipisah, mana yang untuk keperluan cair, mana yang nggak boleh diotak-atik. Kalau sekarang, fiturnya lengkap dengan berbagai macam pos pengeluaran! *ini termasuk fitur yang asik nggak sih? 😄

Mungkin karena saya maniak bikin plan, walau akhirnya sering nggak terealisasi 😄 jadi kemarin saya excited sendiri menemukan fitur ini.

Pos-pos pengeluarannya bisa kita namai sesuka hati. Ada icon-nya juga, seperti yang saya pasang jadi header image artikel ini. Ada icon kue, pantai, rumah, mobil, dst, dst.

Jadi misalkan pengeluaran bulanan kita asuransi, dapur, listrik, hobi, buku, musik, transportasi, tinggal pilih salah satu icon, lalu kita namai dengan judul yang kita buat sendiri. Di antaranya ada yang saya namai “Untuk Masak di Luar Rutin”, lalu ada juga yang saya namai “Tidak Boleh Diutik-utik”. Ya begitulah, saya memang payah membuat nama yang earcatchy.

Di pos itu kita juga menuliskan berapa target yang harus kita simpan dalam sebulan. Kalau kita memasukkan uang terlalu banyak ke sana dibanding yang ditargetkan, dia akan memberi notifikasi.

Dan, oh, satu lagi yang penting. Dana yang sudah masuk ke pos-pos tersebut, tidak bisa diambil lagi untuk belanja!

Mau berapa kali gesek ATM pun, kalau uang yang ada dalam rekening sudah dimasukkan pos lain, tidak bisa dipakai untuk belanja. Tentu saja kecuali kita log in lagi ke internet bankingnya, set ulang nominal yang kita masukkan ke posnya, dan pindahkan ke rekening belanja.

Menurut saya ini fitur yang asik karena membantu lebih terorganisir, dan langsung terhubung dengan kondisi keuangan real-nya, karena terhubung ke rekening.

Tau gini, saya tadi nggak bikin template dulu. Langsung aja isi di sini, ya. 😄

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s