Hello from Groningen! (dan laporan akhir #misi21)

Mulai kemarin dan beberapa hari ke depan, saya akan tinggal di kota ini. Kemarin kami sampai pukul tiga sore. Cuaca sedang bagus-bagusnya. Musim semi sudah mulai tercium bau-baunya di udara. Bebungaan juga mulai muncul jarang-jarang di antara rumput pinggir jalan.

Ini berbeda dengan yang saya ingat empat tahun lalu. Dulu kota ini rasanya gelap dan mendung (mungkin datengnya pas mau ujan kali ya XD ). Bangunannya juga rasanya angker dan seram. Tapi, kemarin hawanya malah riang dan dinamis. Ini pasti karena dulu saya belum makan, sedang kemarin kami berkeliling dengan perut kenyang. Iya, itu pengaruh banget, kok.

Saat ini saya mengetik sambil menatap jendela yang menghadap ke jalanan. Pagi-pagi begini ternyata lalu-lintas lumayan ramai. Malah yang ke arah pusat kota antrean kendaraan tampak padat merayap. Bagi Anda yang mau ke kantor berhati-hatilah terjebak kemacetan. *lho kok jadi siaran gini.

Ah, sudahlah… intinya, hari ini sudah lewat 2 hari dari berakhirnya #misi21. Saya belum lapor misi ke-20 dan ke-21. Dua-duanya simpel tapi termasuk belum pernah dilakukan. Jadi, lumayan lah untuk ditulis di laporan.

Yang pertama adalah memulai pekerjaan baru. Apply-nya sudah beberapa hari lalu dan sebenarnya masuk salah satu #misi21 juga. Tapi tidak saya tulis. Di hari ke-20 kemarin itulah pengumuman penerimaannya. Sempat ragu-ragu pas mau konfirmasi, karena awalnya tidak berpikir panjang juga tentang konsekuensinya. Tapi, akhirnya bismillah saya coba, toh aktivitasnya lumayan fleksibel.

Yang kedua, alias hari ke-21, setelah dikomporin sama teman-teman di grup anu yang bersemangat dan keren-keren, saya memutuskan untuk mencoba satu hal baru lagi. Tapi baru mengunduh form dan belum apply. Hahaha. XD Jadi mungkin belum bisa dimasukkan terlaksana ya, misinya. Beklah, gapapa. Tapi, hari itu saya juga bikin burger ikan. Dan ini menu baru buat batch cooking. Jadi, anggap saja misi hari itu sudah lunas. Ehehe. Ohya, hari itu saya juga beli dua buku di Olsop.

Nah, tepat 21 misi sudah terlaksana. Bagaimana rasanya?

Hm, senang sih pasti. Ada yang ditunggu setiap hari, jadi terbiasa berpikir “Ngapain lagi ya, besok pagi?”

Tapi, kalau dibilang tingkat kepuasan hidup meningkat drastis sih enggak juga. #yaiyalah. Yang jelas, saya lega karena beberapa hal yang tertunda bisa saya kerjakan. Dan beberapa kebiasaan sudah saya mulai. Kemudian, yang terpenting, hal-hal (semoga sih positif) yang tadinya ragu untuk saya kerjakan karena  entah minder atau takut, akhirnya jadi saya coba juga.

Nggak puasnya adalah, karena nggak semua hal tertunda yang ada di list saya akhirnya terselesaikan. Maklum, kadang ada aja alasannya, lalu saya memilih mengerjakan hal lain yang lebih mudah. Dan beberapa hal yang saya harap bisa jadi kebiasaan, kadang masih terlewatkan. Merawat mint dan olahraga, misalnya.

Mint termasuk yang masih rutin saya telateni setiap pagi, sekarang yang di botol madu sudah tambah besar dan hijau daun-daunnya. Kemarin juga saya sempat menyiangi dan menambah satu botol madu lagi.

Tapi, saya masih angin-anginan berolahraga. Dalam seminggu palingan hanya 3-4 hari saja. Kadang malah cuma dua hari. Minggu ini juga saya bakal full bolos olah raga karena tidak berada di rumah.

Di luar semua itu, misi ini sangat amat lumayan untuk makhluk sejenis kukang kayak saya. >.< karena ia memancing untuk bergerak. Makanya, kemarin sempat kepikiran mau melanjutkan misi ini jadi #misi42 atau #misi64 XD Tapi, waktu mampir ke blognya Om Warm saya jadi tergiur dengan posting beliau tentang 30 lagu bertema beda-beda.

Iseng-iseng saya juga main ke blog Mbak Neni untuk mencari inspirasi, lalu menemukan ide tentang #dailygratitude, yakni menceritakan hal-hal yang kita syukuri setiap harinya. Saya sudah mantap mau ikut jejak beliau, tapi ketika keasikan baca cerita-cerita di blognya tentang aktivitas beliau yang memang seru dan bermanfaat, saya jadi tergiur juga. #lhah

Akhirnya saya pikir, yang paling cocok buat saya mungkin memang yang memancing untuk ‘bergerak’. Untuk ibu-ibu dengan aktivitas domestik seperti saya yang sebenarnya suka ketiduran lalu leyeh-leyeh sepanjang hari, sangat mudah untuk terjebak rutinitas yaitu tidur-chat-makan-nyemil-tidur-browsing-makan. Walaupun sejujurnya saya sangat menikmati rutinitas tersebut, kadang saya merasa jadi idle di balik selimut sementara Howard Walowitz udah sampai ke luar angkasa.

Saya sih enggak perlu sampai ke luar angkasa, cukup ke halaman depan menyapa tetangga aja gitu, misalnya. Yang penting ada ‘alarm’ untuk mengingatkan saya melakukan hal kecil semacam itu setiap hari.

Nah, karena akan panjang ceritanya, sementara post ini cuma untuk laporan akhir #misi21, maka misi selanjutnya saya sambung di sini.

Akhir kata, untuk #misi21 ini saya berterima kasih pada TanGi yang sudah mengajak, dan juga Om Warm yang sudah menginspirasi.

Demikian dan sampai jumpa. 🙂

Iklan

11 comments

  1. Ealah, kok jadi menginspirasi. Berat niaaaaaan 🙂

    Tapi bersyukur tiap hari itu bagus untuk bikin diri positif walaupun di tengah badai #halah dan kata beberapa teman yang saya kasih PR untuk nulis apa saja yang disyukuri tiap hari, katanya susaaaaah. Manusiawi kali ya kalau fokusnya ke hal-hal negatif.

    Ayo, Mbak, tulis yaaa #DailyVirtue -nya. Saya tunggu loh!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s