#MyDailyVirtue 5: Commitment

Terkadang, karena berbagai alasan, apa yang sudah saya tekadkan kurvanya naik turun bahkan bolong-bolong. Karenanya, bagi saya komitmen perlu direfresh berulang-ulang. Agar saat kelewat sekali atau beberapa kali tidak membuat saya menganggap ‘terlanjur gagal’, lalu berhenti berusaha.

Mungkin, komitmen memang bukan perkara gagal atau berhasil, tapi tentang mengetahui tujuan walaupun gagal berulang-ulang.

Salah satu komitmen saya adalah ingin lebih teratur, entah sudah berapa kali saya sebut ini saat #misi21. Biasanya berjalan selama beberapa hari, karena satu dan lain hal jadwal terpaksa berubah, lalu saya jadi kehilangan arah terus berantakan lagi. Gitu dan gitu aja terus. 😄

Tapi, kalau menyerah mungkin bukan komitmen namanya. Menunggu sampai situasi mendukung agar jadwal tidak terganggu juga mustahil. Kita tidak hidup sendirian, dan ada kalanya kita harus memprioritaskan banyak hal di luar diri sendiri. Jadi, ya, gitu…saya harus bolak-balik mengingatkan diri sendiri agar ini jadi kebiasaan.

Memang ada hal besar yang lebih membutuhkan komitmen, bukan cuma jadwal, olah raga, atau makan sehat, tapi saya sedang mencoba dari yang kecil dulu.

Salah satu cita-cita saya dulu adalah tidak membawa pekerjaan ke rumah. Dulu, selama bertahun-tahun ngekost dan hidup sendirian membuat saya banyak melanjutkan paper work di rumah, toh tidak ada orang lain yang diajak interaksi juga, begitu pikir saya. Saat kembali ke keluarga, kebiasaan ini jadi kebawa, dan ternyata itu nggak enak.

Sekarang, dengan beberapa hal baru yang sedang saya jalani, saya mulai lagi kebiasaan lama itu: bawa-bawa pekerjaan tidak pada waktunya. Jadi, kayaknya memang butuh merefresh komitmen lagi, untuk lebih teratur dan menyelesaikan sesuatu pada waktunya.

Jadi, begitulah, dengan segala fluktuasi, saya mesti terus mencoba dan mencoba lagi. Hari kelima ini, saya cuma ingin menyelesaikan deadline yang harus disubmit Senin depan. Biar Sabtu dan Minggu bisa bersantai-santai. 🙂

Semangat!

 

*gambar dari sini

Iklan

4 comments

  1. ada dua bagian yang menyenangkan di tulisan ini, komitmen dan keinginan untuk tidak membawa pekerjaan pulang ke rumah. Aku jadi ingin mencoba dua hal itu nanti, terutama soal komitmen yang sepertinya masih perlu dilatih lagi. Jadi, sekali lagi terimakasih atas tulisan ini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s