#MyDailyVirtue 6: Accepting and Sharing

Pagi-pagi saya dapat kabar bahwa hari ini juga harus check out dan kembali ke rumah. Perjalanan sekitar 3,5 jam bisa lebih, belum packing dan lain-lain. Intinya akan menghabiskan waktu hampir setengah hari untuk sampai ke rumah. Padahal, niatnya hari ini melanjutkan kerjaan yang kemarin. Progress masih 70-an persen. Memang masih tersisa hari Sabtu dan Minggu, tapi… duh… kan weekend. 😦

Biasanya dalam kondisi begini saya ada dua pilihan, cuekin aja dan tetep ketawa, bahkan lupain aja bahwa ada deadline dan nanti kebut di akhir sambil deg-degan. Atau merengut sepanjang hari, yang tentu saja nggak bawa solusi juga. Wkwkwkw. 😄

Akhirnya saya memutuskan terima saja kalau plan saya tidak berjalan mulus seperti pipi Song Hye Kyo. Mungkin nanti akan ada kompensasi lain yang harus saya lakukan tanpa melanggar komitmen yang kemarin. Tapi untuk hari ini, yasudah saya cuma bisa packing dan menghabiskan waktu di perjalanan saja.

Tapi, pagi hari sebelum plan berubah, saya sempat membaca sesuatu yang membuat saya semangat, dan mungkin akan saya share saja di sini sebagai bagian dari #MyDailyVirtue. 🙂

Sebetulnya ini masih tentang Daily Virtue juga, saya sedang iseng mencari inspirasi pagi-pagi, lalu sebuah artikel dari The Art of Manliness menarik perhatian saya. The AoM ini blog yang bagus menurut saya, sejak sekitar empat tahun lalu, beberapa kali saya mencari artikel dengan tema tertentu dan kok sering nyasarnya ke The AoM. Apakah tema yang saya cari memang termasuk hal manly, gitu?

Saya inget pernah googling tentang ‘Sex; procreation vs recreation’, kalau tidak salah. Dan tadi, ketika sedang mencari-cari tentang virtue, saya menemukan artikel yang sama yang dulu saya baca, yang ia tulis dengan tema ‘Chastity’.

The AoM ternyata pernah membuat blog-series tentang daily virtue seperti yang dipraktekkan Benjamin Franklin. Ada 13 virtue (prinsip kebaikan) yang berusaha beliau terapkan, ditulis dan dievaluasi per hari terus menerus. Saya tidak ingat satu persatu, tapi di antaranya adalah: moderation (tidak berlebihan), cleanliness (kebersihan), Sincerity (ketulusan), Tranquility (Ketenangan), Humility (Kerendah hatian), Order (keteraturan), dan entah apa lagi saya lupa. Lengkapnya bisa diklik di link di bawah, lebih menarik dan lebih mantap membaca penjelasannya di sana.

Jadi, hal-hal tersebut diterjemahkan ke dalam hal kecil di kehidupan sehari-hari. Konon, di pagi hari beliau akan menuliskan pada agendanya, “What good shall I do today?”, lalu beliau memilih apa yang bisa dilakukannya sebagai perwujudan salah satu dari ke-13 virtue tersebut. Misalnya, cleanliness. Maka selama seminggu ia membiasakan hal-hal kecil yang berhubungan dengan cleanliness tersebut. Di akhir hari, beliau mengevaluasi, “What good I’ve done today?” Kalau tidak ada, maka hari itu bolong, tapi ia tidak berhenti. Cukup ditandai saja, lalu terus dilanjutkan. Lama-kelamaan tanda yang bolong itu berkurang dengan sendirinya, katanya.

Saya selalu salut dengan kontinuitas seperti itu. Walaupun untuk setiap orang mungkin hal-hal yang ingin dibangun berbeda, tidak selalu seperti 13 prinsip yang dipraktekkan Franklin. Tapi, saya pikir, lumayan juga untuk inspirasi. 🙂

Bagi yang ingin membaca artikel lengkapnya, berikut ini linknya:

http://www.artofmanliness.com/2008/06/01/the-virtuous-life-wrap-up/

http://www.artofmanliness.com/2014/11/17/introducing-the-ben-franklins-virtues-daily-record-journal/

Sekian dulu dan tetap semangat! 🙂

 

 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s