#MyDailyVirtue 11: Toko Melati dan Menepati Janji

Judulnya kayak lagu dangdut, ya?

Tapi, nama tokonya memang Melati. Dan hari ini memang saya memaksakan diri untuk menepati ‘janji’.

Salah satu janji yang paling sulit saya penuhi adalah janji pada diri sendiri. Misalnya, saya berjanji untuk berani ngomong bahasa Belanda pada orang yang ditemui, tapi sampai sekarang belum benar-benar dicoba. Rasanya kayak nyangkut setiap kali mau ngomong.

Atau saya berjanji cuma akan ngeleptop dua jam di pagi hari, tapi kebablasan. Yah, begitulah.

Hari ini, saya sudah berjanji untuk keluar melihat-lihat kota saat jam makan siang. Sudah minggu kedua saya di sini, dan tak pernah ke mana-mana, kecuali beli makan sore-sore, itu pun sudah gelap dan biasanya langsung pulang.

Menjelang setengah dua belas, saya berpikir, ah nanggung, kerjaan sedikit lagi. Makan siang di sini aja, selesaikan ini, nanti baru jalan. Eh, tiba-tiba sudah satu jam sudah berlalu dan saya masih belum selesai.

Saya jadi teringat teman-teman di lab dulu, yang bisa santai tapi tetap teratur dan efisien biasanya memang orang-orang sini. Beberapa teman yang dari Asia Selatan, atau Eropa Utara, kadang saya lihat masih khusyuk dengan kerjaannya saat istirahat siang. Sedang yang lain, yang asli orang sini, mungkin karena mereka pressure-nya lebih sedikit, tidak ada tuntutan beradaptasi, maupun ancaman dideportasi kalo nggak lulus #eh, mereka dengan santai meninggalkan apapun yang sedang dikerjakan kalau waktunya istirahat. tapi toh kerjaan mereka selesai juga, dengan baik.

Saya juga teringat kata Ibu saya, tanggung jawab itu ya tidak ada habisnya, tapi kalau memang saatnya istirahat ya lupakan dan santailah sejenak.

Oke, baiklah, akhirnya saya memutuskan beranjak dan keluar.

Dan saya tidak menyesal. Matahari sedang bagus-bagusnya, cerah tapi tetap sejuk. Beberapa orang bahkan mulai makan es krim di jalanan. Beberapa lagi nongkrong-nongkrong di luar kafe sambil minum bir dingin dan setumpuk pizza. Ya ampun, santainya.

Saya berjalan sampai ke arah gereja tua, tapi lagi-lagi batere saya sekarat jadi tidak bisa ambil foto. Saya memutuskan beli camilan di swalayan lalu mengunjungi sebuah toko yang sudah sejak lama bikin penasaran.

Namanya Toko Melati. Sejak hari pertama di sini saya sudah berniat ingin mengunjungi toko itu, barangkali saja ada promo indomie murah. 😄 Tapi setiap hari berlalu dan saya terus saja membatalkan rencana berkunjung ke sana.

Nah, kali ini harus!

Maka saya pun bergegas ke sana. Tokonya terlihat besar dari luar, menempati dua muka bangunan. Di kacanya tertulis “Toko Melati” besar-besar. Di bagian atas dekat pintunya ada display yang menunjukkan jam.

Sewaktu masuk, saya disambut deretan plastik-plastik tepung, dan rak-rak berisi bumbu. Ada juga berbagai bahan beku, di antaranya seplastik kepiting kecil-kecil, cumi beku, udang beku, kelapa beku, dsb.

Saya tidak tahu mau membeli apa, memang sebetulnya cuma ingin lihat-lihat saja, sih. hehe. Bumbu-bumbu masih ada di rumah, dan bahan mentah takut keburu rusak kalau dibeli di sini.

Saya teringat ingin mencari gochujang, alias pasta cabai Korea. Di kota saya cuma ada varian yang beralkohol, konon kata teman-teman ada yang tidak mengandung alkohol. Nah, saya mencoba mencarinya di sini. Tapi tidak ketemu juga.

Karena malu kalau keluar tanpa beli apa-apa, akhirnya saya beli cuka untuk membuat sushi. Belum pernah coba bikin sushi, sih, mungkin nanti boleh juga dicoba.

Merasa sudah cukup lama melihat-lihat, saya pun memutuskan pulang. Sebetulnya saya masih punya niat satu lagi yang belum terlaksana, yaitu memotret gedung-gedung tua yang cantik-cantik. Tapi, batere saya  habis, yasudahlah lain kali saja.

Yang penting hari ini sudah beranjak dan lihat-lihat kota walau sedikit. 🙂

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s