64 Panduan Makan Gaya Bebas dari Michael Pollan (bag. 1)

Adakah panduan yang bebas? Sepertinya tidak, ya. Hehe. Apalagi sekarang semakin banyak aturan soal makanan; makanan ini buruk untuk jantung, makanan itu menyebabkan kanker, dsb. Memang, ada beberapa makanan yang jelas harus dihindari pada kondisi tertentu, tapi menyalahkan makanan untuk penyakit yang penyebabnya multifaktor juga kurang tepat.

Intinya, kadang saya merasa banyak ‘pantangan’ yang dilebih-lebihkan. Nah, ‘panduan makan’ dari Michael Pollan inilah yang saya pikir cukup sederhana dan santai untuk diaplikasikan. Apalagi, salah satu panduannya berbunyi: break this rules once in while.

Baiklaah… kalau boleh melanggar cincay-lah, ya. Di bawah ini akan saya cantumkan beberapa ‘panduan’ yang dibahas Pollan dalam bukunya.

Michael Pollan sendiri seorang jurnalis sains, menjabat sebagai professor di UC Berkeley, dan menulis buku soal makanan dan agrikultur. Bukunya yang pertama kali menarik perhatian saya adalah In Defense of Food.

Di sana, Pollan ‘membela’ makanan yang sering menjadi kambing hitam. Ia juga menjelaskan bahwa daripada terlalu memperhatikan kandungan nutrisi tertentu (misalnya, minum vitamin C tambahan, minum susu rendah lemak, makan mentega yang diperkaya kolesterol baik, dsb), lebih baik makan wajar-wajar saja sebagaimana nenek moyang kita. Begitulah yang saya tangkap.

Untuk merangkumnya, Michael Pollan punya 3 aturan singkat. Eat food, not too much, mostly plant. Udah, gitu aja. Makanlah makanan (real food), tidak terlalu banyak, dan proporsinya lebih banyak dari tumbuhan (nasi di sini juga termasuk dari tumbuhan lho). 64 panduan itu sebenarnya hanya penjelasan untuk tiga hal di atas, atau mungkin lebih tepat disebut anjuran, ketimbang aturan atau panduan.

Berikut ini lebih jelasnya:

  1. Eat food. Menurut Pollan, hal-hal seperti ekstrak protein, atau suplemen nutrisi, itu tidak termasuk makanan. Kalau mau makan protein, makanlah ikan, telur, daging, dsb. Kalau mau vitamin, makanlah buah. Tapi kan dalam telur atau daging ada kolesterolnya? Ya, nggak apa-apa. Toh itu juga dibutuhkan oleh tubuh, yang penting tidak berlebihan. Lagipula, makan protein dalam bentuk ekstrak belum tentu memiliki efek yang sama terhadap tubuh dengan protein yang kita cerna sendiri dari makanan.
  2. Hindari produk makanan yang ingredients-nya tidak tersedia di dapur manusia normal. He? Iya, misalnya seperti potassium bromate, propilen glikol, natrium benzoat, karboksimetilselulosa, dsb. Iya lho, itu ada. Nomer dua dan nomer empat itu pengental, biasanya.
  3. Makanlah makanan yang dalam keadaan normal akan membusuk.
  4. Saat belanja di supermarket, usahakan hanya berkeliaran di bagian tepi, tidak perlu sering ke tengah-tengah. Mengapa? Karena makanan segar yang bisa busuk biasanya disimpan di sana, untuk memudahkan sirkulasi. Yang di tengah-tengah biasanya adalah highly-proscessed food.
  5. Jangan lama-lama bila belanja di supermarket. 😀 *iya, memang gitu bunyi panduannya.
  6. Makanlah makanan yang dimasak oleh manusia (bukan diproses di mesin)
  7. Jangan mengisi bahan bakar buat tubuh di tempat yang sama dengan mengisi bahan bakar buat mobil. Maksudnya karena di sana kebanyakan cuma fastfood, snack, atau energy bar. *mungkin Pollan ngk tau kalau di pom bensin kita mah ada tukang asongan yang jual lontong dan nasi bungkus #eh
  8. Hindari makanan yang sebutannya sama di semua bahasa, misalnya: BigMac, Pringles, Cheetos. *duh, padahal enak. 😦
  9. Hindari produk-produk yang pasang health-claim. Misalnya, biskuit ini menyehatkan mata, atau roti ini mencerdaskan otak, dsb.
  10. Hindari produk yang mengandung kata-kata semacam “low-fat”, “High-protein”, “high-calcium”, “low sugar”. Mengapa? Karena berarti produk asalnya tidak demikian, dan biasanya penyesuaian menjadi low atau high itu tidak memberi perbedaan bermakna. Kalaupun iya, pemrosesannya cukup panjang dan kemungkinan mengubah komposisi, yang tidak sepenuhnya alami.
  11. Hindari produk makanan yang ingredients-nya tidak bisa dilafalkan dengan fasih oleh anak kelas tiga SD. (ini susah juga sih, anak kelas tiga SD sekarang kan pinter-pinter.)
  12. Hindari produk makanan jadi yang ingredients-nya lebih banyak dari lima macam.
  13. Hindari produk makanan yang kemungkinan tidak dikenali oleh eyang dan uyut kita sebagai makanan. *ini juga relatif sih ya 😀
  14. Perlakukanlah daging sebagai penambah cita rasa atau sebagai makanan spesial (yang tidak tiap hari dimakan).
  15. Memakan yang berdiri dengan satu kaki (jamur, sayur), lebih baik dari makan yang berdiri dengan dua kaki (ayam, bebek, burung), dan yg dua kaki lebih baik dari yang 4 kaki (sapi, lembu, kambing, unta, dsb).
  16. Hindari produk makanan yang tiga ingredients pertamanya adalah gula. Karena kalau ditulis dalam 3 urutan pertama, artinya kandungannya cukup besar.
  17. Makanlah semua junk food, asalkan dimasak sendiri. Bukan karena lebih sehat, tapi karena masaknya lama, dan pasti jadi lebih jarang makannya kalau harus masak dulu. :p

Nah, itu 17 di antaranya. Menurut saya ini lumayan applicable ketimbang diet ini dan pantang itu. Masih ada lanjutannya sampai 64 poin. Tapi intinya hanyalah menjelaskan mana yang bisa disebut ‘makanan’, dan bagaimana menghindari agar tidak berlebihan memakannya.

Sekian dulu tentang Michael Pollan, next time disambung lagi! 🙂

*Gambar dari sini

Iklan

One comment

  1. Satu kaki lebih baik dari dua kaki. Dua kaki lebih baik dari 4 kaki. Catet! Penting! Kangkung berapa kaki, Tan? Bermanfaat banget ini, terutama buat aku yang sukanya lama-lama di supermarket ngeliatin ikan-ikan berenang. Thanks for sharing, Tan..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s