gambar Menata Bumbu dan #Misi21

Apa hubungannya? XD

Hubungannya adalah… menata bumbu itulah misi saya di hari pertama. Receh ya? 😀 Mungkin karena dulu saya pernah gagal menjalankan misi ini, dan khawatir bahwa penyebabnya adalah terlalu berusaha bikin target yang impresif XD Suka nyusahin diri sendiri sih. :p

Tapi, tadi ketika saya penasaran dan mencoba ngintip apa yang saya lakukan dulu, ternyata sama recehnya lho.

screenshot-1

Itu dia #misi21 saya…hampir enam tahun yang lalu.

Sudah lama ya, padahal rasanya baru kemarin saya pindahan ke kamar kost itu, malam-malam di tengah hujan deras. *lho malah curcol

Waktu itu saya memutuskan ikut #misi21 karena… karena baru bikin twitter terus lihat teman-teman pada ikutan misi ini. #heh Entahlah, itu saat-saat yang agak berkabut bagi saya. Yang jelas, waktu itu saya merasa jenuh, abu-abu, tidak bersemangat.

Lalu, saya melihat tagline akun @misi21, yang kurang lebih bilang: do something new, awesome, sinless, for 21 days, and you’ll see the difference. Saya merasa itu seperti udara segar di tengah kelelahan psikis bertubi-tubi. Mencoba melakukan sesuatu yang baik selama 21 hari dan mungkin perasaan antusias, semangat, dan bahagia yang terbentuk selama 21 hari itu akan terbawa ke hari-hari berikutnya. Tapi, kenyataannya saya gagal XD Jadi saya tidak pernah tahu bagaimana rasanya ketika berhasil menuntaskan selama 21 hari.

Kemarin, menjelang berakhirnya 30 days writing challenge saya teringat kembali akan misi ini, dan sedikit membahasnya di sini. Walau di situ saya kelihatan ragu soal 21 hari ini, tapi nyatanya ketika seorang teman baik yang juga merupakan salah satu idola saya mengajak ikutan #misi21, dengan penuh semangat langsung saya sambut. XD

Jadi, apa sih sebenarnya #misi21 ini? Definisi yang dipakai di akunnya saya sudah agak-agak lupa. Tapi, kalau tidak salah, trend 21 hari ini bermula dari tulisan seorang dokter bedah yang sudah cukup lawas. Beliau meneliti bahwa pasien-pasiennya yang menjalani operasi bagian-bagian tubuh yang cukup signifikan (amputasi, operasi plastik yang merubah organ tertentu), biasanya akan terbiasa dengan kondisi baru tersebut setelah 21 hari. Dan konon beliau sendiri pun merasakan butuh 21 hari bagi beliau untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Jadi, beliau menyimpulkan, butuh minimal sekitar 21 hari bagi seseorang untuk membentuk sebuah mental image yang baru dan meninggalkan yang lama.

Konon Pak Dokter itulah yang mempengaruhi banyak trainer dan motivator semacam Pak Mario Teguh Zig Zigglar dan lain-lain, sehingga tag line “membentuk kebiasaan dalam 21 hari” ini menjadi cukup populer.

Walau pada akhirnya ada penelitian lain dengan jumlah sampel yang lebih reliable mengatakan range-nya sebetulnya lebih bervariasi bagi banyak orang, antara 18-200 hari, tapi toh saya tetap antusias untuk mencoba lagi #misi21 ini. Siapa tahu nanti setelah 21 hari bisa saya lanjutkan jadi 200 hari atau bertahun-tahun, kan? Aamiin.

Nah, berhubung saat ini, alhamdulillah, saya tidak sedang dalam keadaan sejenuh enam tahun lalu. Mungkin karena saya sedang berada di tempat baru, dan banyak hal pula yang cukup menarik minat, melihat-lihat perpustakaan kota, atau sekadar jalan-jalan di sekitar rumah, misalnya, sudah cukup membuat saya bersemangat. Maka, mental image yang sedang ingin saya ubah mungkin bukan kejenuhan, tapi kemalasan. Anggap saja itu beda, ya.

Buat saya sih beda. Kalau malas itu walaupun tidak jenuh ya tetap malas. Eh, ga tahu lah. XD Intinya, ada hal-hal yang ingin saya bentuk sebagai kebiasaan yang lebih kontinyu, dan harapannya sih ingin bisa bertahan lama setelah 21 hari ini berakhir. Oh, ya, terus ada juga hal-hal yang sering saya tunda, dan kayaknya ini kesempatan yang tepat untuk mencoba melakukannya–misalnya beresin bumbu itu tadi. XD

Tadinya saya mau mulai sejak kamis kemarin. Dengan mulai berbahasa Belanda pada orang yang saya temui. Tapi, hari itu cuma sepatah-dua patah kata yang saya pakai, dan Mufi memberi saya ide untuk membuatnya jadi seharian penuh. Okelah, jadi kamis itu saya coret. Lalu hari Jumat sejatinya saya mau mengirim kartupos–ini juga sudah sekian lama saya tunda #sigh. Eh, kelupaan. XD

Jadi, saya baru mulai Sabtu kemarin. Intinya sih, saya berusaha mengorganisir kembali barang-barang di dapur. Saya suka masak, tapi males beres-beresnya sih. 😦 Jadi, harapannya, dengan memberi tempat khusus untuk sekelompok barang tertentu, mungkin saya akan lebih mudah menjaganya tetap rapi.

Hasilnya ini:

Cuma segitu doang? XD Eu… ya sebenarnya yang diberesin lebih dari ini si, tapi intinya ya memberi tempat buat si bumbu dan bahan makanan itu. Mudah-mudahan saja di akhir bulan nanti mereka masih pada tempatnya dan ga berserakan ke mana-mana, ya. XD

Buat yang lain, gimana, ada yang tertarik ikutan #misi21 ini? 🙂

 

*gambar dari sini

Iklan

12 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s